Manusia berlomba ke masa depan,
meninggalkan jejak dan debu beterbangan di sepanjang jalan,
bak iringan khafilah unta di padang pasir nan tandus.
Sengatan manusia pada ubun-ubun,
garangan bebatuan di telapak kaki,
terpaan angin dan debu panas di sekujur tubuh,
membuat manusia sangat rindu akan sebuah oase.......,
sebuah pemberhentian yang teduh,
dimana ia akan kembali mengevaluasi,
setiap jalan yang ditempuh, setiap jejak yang pernah dipijak,
bahkan setiap nafas yang pernah dihela.
Sudah benarkah kemana arah kaki melangkah?
Ketanah subur impiankah?
atau justru tengah mengarah ke badai, ke jurang curam-tejal,
yang akan mengandaskan setiap asa.....
No comments:
Post a Comment