Hanya ingin menulis
Kalian tidak mau mengerti
harus selalu saya yang mengerti dan nerimo
bagaimana saya dapat mencintai Tuhan kita?
jika demikian terus...
orang-orang yang benar tak akan mengatakan dirinya yang benar
yang benar itu Allah...
Pantas ada banyak orang yang pergi
mungkin kalian suatu hari nanti akan lebih lama ditanya
dulu kalian mengatakan kita saudara?darah dan harta kita haram
tapi ini kalian mengatakan kalau ingin mencari perhatian bukan disini tempatnya
lalu apa arti saudara itu?
lalu untuk apa kita sering berkumpul
Az-zahra Fahira Salma
Jundullah
Wednesday, February 5, 2014
Sunday, December 23, 2012
Paradigma (2)
Perjanjian
Misak, bai'at, akrar,
persaksian, akad, atau syahadat secara general diartikan sebagai
perjanjian. Logikanya, kalau berjanji itu harus ada subjek (pelaku), isi
perjanjian, objek (kepada siapa subjek berjanji), dan saksi (supaya jika pelaku
berkhianat, ada saksi). Nah jika A berjanji pada B maka harus ada saksinya,
misal si C. Setiap yang berjanji secara naluriah pasti akan takut atau merasa
bersalah saat tak dapat menepatinya. Sangat lumrah jika subjek yang berjanji
lalu menepatinya, lalu objek memberi reward. reward dapat berupa
kepercayaan, penghormatan, ataupun hadiah lainnya. Perjanjian, singkatnya
mengikatkan si subjek pada objek, terbayang kan sesuatu jika punya ikatan? saat
ikatan itu longgar karena subjek 'lalai' maka objek akan berusaha
mengikatkan lagi. Setiap profesi punya kontraknya tersendiri, seorang guru,
dokter, tentara, pengusaha atau presiden dalam mengemban tugasnya diawali
dengan sumpah atau janji. Menikah saja ada akadnya, akad disini kan perjanjian
seorang laki-laki terhadap perempuan untuk setia dll (Nah lo, galau). Nah, ada
orang yang berjanji pada diri sendiri misalnya "sumpah, saya gag akan
melakukannya lagi", itu bagaimana? menurut saya janji orang itu gag
'sempurna', intinya akan sulit dipegang sama dirinya sendiri, gag ada yang
mengikatkan/mengingatkan dia terhadap janjinya itu. Pengalaman penulis juga
demikian, terkadang kita lupa apa yang dijanjikan pada diri sendiri. Kalaupun
diri sendiri pengen berubah, maka perlu ada saksinya, misalnya temen supaya ada
yang selalu mengingatkan. Jelas kan kalau saksi dalam sebuah perjanjian itu
merupakan komponen yang penting.
Oke, jika sesama manusia
saja ada perjanjiannya maka pada Allah tentu saja harus ada. Dalam memulai
islam, perjanjian tersebut dinamakan syahadat. Tidak usah takut, tak usah
alergi dengan kata SYAHADAT. Saya akan berbicara bedasarkan ilmu yang
tervalidasi di mata Allah, insyaAllah. Rukun islam terdiri dari 1. syahadat, 2
shalat, 3 zakat, 4 puasa, 5 naik haji.
عن ابن عمر حَدَّثَنِي
أَبِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ
شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ
الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا
لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَ الشَّعَرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ
أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ
وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ
الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا
رَسُولُ اللَّهِ صَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ
وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ
بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ
الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ
تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا
الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ
أَمَارَتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ
الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ قَالَ
ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِي يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ
السَّائِلُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ
أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُم
رواه مسلم والنسائى
والترمذى وابن ماجه واح
Dari Ibnu Umar, ayah
saya Umar bin Khattab ra berkata :
Pada suatu hari ketika
kami duduk di dekat Rasulullah Saw, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang
berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak
bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada seorang pun di antara kami yang
mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi Saw, lalu mendempetkan kedua
lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya,
kemudian berkata:
“Wahai Muhammad,
terangkanlah kepadaku tentang Islam.”
Kemudian Rasulullah Saw
menjawab: “Islam itu adalah:
- engkau
bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya
Muhammad adalah utusan Allah.
-
engkau mendirikan shalat,
-
membayar zakat,
-
berpuasa pada bulan Ramadan, dan
-
mengerjakan haji ke rumah Allah jika
engkau mampu mengerjakannya.”
.................."
(http://fostimpala.blogspot.com/2012/07/hadits-tentang-rukun-iman-dan-islam.html)
Rukun sendiri definisinya
adalah sesuatu
hal yang harus dilakukan pada saat melaksanakan suatu perintah ibadah ,
jiakalau salah satu rukun tidak dilaksanakan , maka ibadah tersebut tidak sah
dan tidak diterima. (http://tuntunanibadah.blogspot.com/2010/11/rukun-wudhu.html)
Sah artinya cukup syarat
dan rukunnya. Batal artinya tidak cukup syarat dan rukunnya. Lagipula
rukun itu sesuatu yang yang harus dilakukan sistematis.
jadi jelas agar keislaman
itu diterima maka harus dimulai dari syahadat, lalu shalat, zakat, puasa dan
mengerjakan haji (bagi yang mampu). Bagaimana jika langsung ke poin 2, 3, 4
bahkan 5 nya pun sudah?tapi rukun pertama, syahadat tidak dilakukan. Bukankah
keislamannya batal atau tidak syah? Banyak umat
muslim yang mengaku telah bersyahadat saat shalat. Baiklah, pada tasyahud memang ada bacaan
syahadat, namun ingat itu adalah rukun shalat bukan rukun islam.
Kita
kembali pada konsep perjanjian yang terdiri dari komponen subjek, isi, objek,
dan saksi. Konsep tersebut berasal dari Al-qur'an:
Katakanlah:
"Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?"
Katakanlah: "Allah." Dia
menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya
dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai
Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan
lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui."
Katakanlah: "Sesungguhnya
Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang
kamu persekutukan (dengan Allah)." (QS. 6:19)
Dalam bahasa arabnya,
tertulis "akbar syahadatan", menurut ayat tersebut syahadat yang
akbar itu meliputi Subjek (yang melakukan persaksian) adalah aku, isi : " Katakanlah: "Aku tidak mengakui."
Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha
Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan
Allah)." , objek (kepada
siapa persaksian ditujukan) adalah Allah, dan saksi adalah kamu (orang yang
telah bersaksi lebih awal) dan allah pun menjadi saksi pula. Jadi jika dalam shalat,
yang tidak ada adalah komponen saksi. Masih banyak ayat lain yang membahas
tentang syahadat. Misalnya bagi yang bersyahadat sendiri : "Hai golongan
jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu
sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu
terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami
menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka,
dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, mereka
adalah orang-orang yang kafir. " (QS. 6:130) Menurut
Allah, orang-orang yang bersyahadat atas diri mereka sendiri adalah kafir.
Sesungguhnya
dalam islam itu, syahadat merupakan
kontrak awal untuk mendapatkan gelar muslim. Saya buat logika sederhana, jika
ada seorang non-islam yang belum bersyahadat sama sekali lalu dia melaksanakan
shalat. Menurut anda bagaimana?apakah dia sudah dikategorikan seorang muslim?
lalu apakah predikat muslim itu diperoleh secara genetik, artinya jika
kedua orang tuanya muslim maka apakah secara otomatis anaknya akan bergelar
muslim?? jika demikian, maka akan banyak sekali orang-orang non-islam kelak
diakhirat yang protes pada Allah, kenapa mereka terlahir dari kedua orang tua
yang non-islam. Karena itu SANGAT FAIR, karena semua orang harus memulai
keislaman atas keputusannya sendiri. Semuanya harus memulai dari awal, dari
kontrak. Sebagaimana syarat syah rukun islam meliputi:
1.
Baligh
2.
Berakal
3.
Bangun dari tidur (dalam keadaan sadar).
Dalam sebuah hadits yang
diriwatkan Muslim: Dari Abu Hurairah " Sesungguhnya rasulullah SAW
bersabda, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, sesudah itu kedua
orang tuanya lah yang meyahudikan, menasranikan, dan memajusikannya. Maka
bagaimanakah jika kedua orang tuanya muslim, maka apakah dia muslim? Rasulullah
menjawab: Setiap manusia yang dilahirkan ibunya, kedua bahunya sudah ditinju
syetan kecuali Maryam dan anaknya"
Sangat fair
kan?sebetulnya semua orang dialam ruh sudah bersyahadat, fitrahnya bahwa semua
orang adalah muslim. Namun siapa yang ingat bahwa dirinya sudah bersyahadat?
sehingga lewat qur'an surat Al-a'raf 172-174 bahwa manusia diingatkan untuk
kembali bersyahadat.
"Dan (ingatlah),
ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan
Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau
Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di
hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini ", (QS. 7:172)
atau agar kamu tidak
mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan
sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah
mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang
yang sesat dahulu?" , (QS. 7:173)
"Dan demikianlah
Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali." (QS. 7:174)
Ayat tersebut
diturunkan, supaya kelak tak ada yang protes karena kita tak muslim hanya
karena kita lengah (tak ingat) telah bersyahadat di alam ruh atau karena
mengikuti orang tua kita yang tak bersyahadat, orang tua kita yang
mempersekutukan Allah sejak dahulu. Singkatnya kita sudah tak bisa berdalih apa
pun lagi.
(cont'd.....)
Sunday, December 16, 2012
Manhaj Bernegara dalam haji
Banyak sudah ideologi2 yang tersimpan dalam sebuah coretan tangan..mulai dari Tan Malaka, Soe Hok Gie, satu-satu coba untuk dibaca..ini beli dimana ya reader? :D
5 cm
teman: hai, mau gag hari ikut nonton 5cm,,aku yg bayarin
aku: hemm (berfikir: mau istirahat setelah 1 minggu dikejar deadline submission minor thesis. Tapi karena teringat akan kewajiban menyampaikan kebenaran pada kerabat maka...) boleh2 :)
teman: oke kita berangkat jam 19.15 ya
Ya allah..kembali aku menata niat, ini bukan untuk refreshing, semoga aku tidak membenarkan untuk menikmati tontonan gratis ini. Semoga ini adalah jalan yg semakin mendekatkan kami, membuat kepercayaan sebagai teman, agar kelak waktu yang sangat kurindukan segera datang, disaat kita bisa menjadi bukan sekedar teman, tapi saudari (T_T)
Film yang berdurasi sekitar 2 jam itu..ternyata isinya cuma menambah kegalauan mahasiswa2 tingkat akhir hehe..astagfirrullah
satu yang paling kukagumi dari film itu adalah tentang gunung2..oh ya saya belum me-review ttg apa ya filmnya..5cm menceritakan persahabatn 5 orang mahasiswa yang sudah lulus,Riani merupakan satu-satunya wanita. 10 tahun dari persahabatan mereka yang kutangkep sih cuma buat seneng2. Singkat cerita mereka mengalami fase kebosanan tentang persahabatan mereka, lalu genta berinisiatif agar mereka tak bertemu dan komunikasi selama 3 bulan, semuanya setuju. Mereka sepakat mulai bertemu lagi tanggal 9 Agustus (klo gag salah). 3 bulan berlalu, genta mengirimkan sms kepada temen2nya untuk bertemu disuatu tempat beserta apa2 saja yang harus dibawa. tempat itu dalah stasiun Gambir dan peralatan2 yg harus dibawa adalah untuk climbing. Ternyata, reader :0 mereka diajak muncak ke Mahameru. Diperjalanan, biasalah film galau, cinlok. Nah singkat cerita mereka udah sampe di puncaknya. Btw reader..dimana ya klimaksnya. Aku gag bahas kronologis dan klimaks film ini. Yang ingin aku bahas adalah saat mereka berlima sampai diatas gunung, lalu mereka dan rombongan2 lainnya menancapkan sang merah putih (jlebbs). Jujur hatiku teriris.."ini adalah pekerjaan bapak2 mereka terdahulu yang 'membunuh" anak2 mereka". Membunuh fitrah generasi2 muda untuk beragama lurus, seperti di 30:30-32. Emang ada yang gag lurus? atau bengkok? atau klo gag lurus keluar track kan, berarti itu sesat, yay gag? ada, itu banyak bgt ternyata: seperti di hadits berikut:
Dari Abu Amir Al-Hauzaniy Abdillah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin abu Sufyan, bahwasanya Ia (Mu'awiyah) pernah berdiri dihadapan kami lalu ia berkata ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berdiri dihadapan Kami, kemudian Beliau bersabda "Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli ktab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 golongan dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan adapun yang 72 golongan akan masuk neraka dan yang satu golongan akan masuk surga, yaitu al-jamaah"
Dalam hadits Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: " Saya tinggakan kepada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan sesat dibelakang keduanya, (yaitu) kitab Allah dan sunnahku.: (HR Malik dan Al-Hakim)
Dirujuk dari: http://beritamuslimsahih-ahlussunnah.blogspot.com/2010/10/hadist-tentang-73-tujuh-puluh-tiga.html
Nah banyak kan, emang gag takut kalau kita saat ini sedang sibuk2nya dalam suatu pergerakan dan ternyata apa yang kita ikuti ada diantara 72 golongan yang masuk neraka itu? yah jadi itulah yang keluar dari track/sesat dimata Allah. Jika dihadits berikutnya bahwa yang 1 golongan masuk surga itu yang mengikiti Kitab Allah (quran) dan sunnah. Dan bukan juga yang namanya AL-jamaah, tapi yang berjamaah.
Oke lah kita kembali pada bahasan membunuh anak2:
Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari
orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan
bagi mereka agama-Nya. Dan kalau Allah menghendaki,
niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka
ada-adakan. (6:137)
Diayat diatas ternyata" membunuh" anak2 itu adalah membinasakan dan mengaburkan agama bagi mereka, generasi muda. Merasa gag "dibunuh", reader?merasa kabur gag agama yang dipegang??yang diikuti??
Lanjut film 5 cm tadi, setelah mereka menancapkan sang merah putih lalu masing 2mereka berikrar untuk MEMILIKI CITA-CITA DAN MENGGAPAINYA, UNTUK MENCINTAI TANAH AIR INDONESIA.(Lupa lagi apa lagi). Nah ini nih, kebanyakan orang sekarang ini hidup itu orientasinya hanya kesenangan dunia, apacoba cita2?untuk apa?biar punya kerjaan kan, biar semua kebutuhan terpenuhi?? punya jabatan, kebanggaan kan?
yang gag salah punya pekerjaan itu biar tetap hidup, supaya bisa tetap menjadi pengabdinya. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.(53:56). Sudahkah kita orientasikan (menjadi no 1) semua ativitas kita sebagai wujud pengabdian kepada Allah?.
Sudah terlalu kabur..generasi kita diarahkan oleh'bapak-bapak' kita kearah duniawi, kita 'dibunuh'. Astagfirrullah. Walaupun mungkin 'bapak2' kita juga tak menyadarinya. Tapi yakinlah kebenaran itu akan datang, masih ada 'bapak-bapak' yang sangat cinta pada kita yang akan mengajak kita kepada Allah.
Oke khawatir ada salah faham, 'bapak2' disini maksudnya adalah para pemimpin kita.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah."
Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati
bapak-bapak kami
mengerjakannya." Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka)
walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala
(neraka)? (31:21)
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu."2:147
Dalam hadits Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda,
تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا كِتَابُ اللهِ وَسُنَّتِيْ
“Saya tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan sesat di belakang keduanya, (yaitu) kitab Allah dan Sunnahku.” (HR. Malik dan Al-Hakim dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Al-Misykah )
Saturday, December 15, 2012
Berpikir dan Berkontemplasi
Manusia berlomba ke masa depan,
meninggalkan jejak dan debu beterbangan di sepanjang jalan,
bak iringan khafilah unta di padang pasir nan tandus.
Sengatan manusia pada ubun-ubun,
garangan bebatuan di telapak kaki,
terpaan angin dan debu panas di sekujur tubuh,
membuat manusia sangat rindu akan sebuah oase.......,
sebuah pemberhentian yang teduh,
dimana ia akan kembali mengevaluasi,
setiap jalan yang ditempuh, setiap jejak yang pernah dipijak,
bahkan setiap nafas yang pernah dihela.
Sudah benarkah kemana arah kaki melangkah?
Ketanah subur impiankah?
atau justru tengah mengarah ke badai, ke jurang curam-tejal,
yang akan mengandaskan setiap asa.....
Paradigma (1)
"Dan Kami akan memberi kamu taufik (kemudahan) ke jalan (agama) yang mudah,
oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).
Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan dirinya,
dan dia ingat nama Robnya, lalu dia sholat.
Tetapi kamu memilih kehidupan dunia.
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa" (87-Al A'laa:8-19)
Hanya orang-orang yang mau memberi peringatan dan menerima peringatan yang takut kepada Allah.
Orang yang tak mau memberi peringatan maka dia tak pernah memberi manfaat..ternyata manfaat itu bukanlah suatu predikat wujud suatu objek (misalnya harta) tapi ayat-ayat Allah..
Jika kita keluar dari batu maka kita bisa hidup 'seenak udel'..tapi kita ciptakan oleh Robb..
dan yan menciptakan itu memberikan pilihan TAAT atau TIDAK TAAT..itulah ujian hidup yang sebenarnya...ujian itu saat kita senang, sehat, banyak harta, banyak teman APAKAH kita masih TAAT?
Ujian itu saat kita sakit, ditimpa kemelaratan, ditinggalkan oleh orang2 terdekat, ditimpa bencana APAKAH masih TAAT?
|
Subscribe to:
Posts (Atom)
